Friday, October 21, 2016

ISU PENGHINAAN SURAT ALMAIDA AYAT 51

SUARA DARI TIMUR "MENANGGAPI ISU PENISTAAN SURAT ALMAIDA AYAT 51" OLEH GUB DKI"

Sangat disayangkan memang bila seorang publik figur sekelas gubernur DKI bisa berkata atau berpidato seperti itu. seperti yang telah kita dengar bersama penyampaian gubernur DKI Ahok dalam pidato yang disampaikan di Kepulaua Seribu.

Melihat Perkembangan selama ini belum ada satupun ulama yang mengatakan bahwa jangan pilih ahok karena dia bukan seorang muslim. atau mungkin ada ulama yang menyampaikan bahwa sebaikanya sebagai umat muslim memilih pemimpin yang muslim karena sesuai perintah Allah swt yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Maida ayat 51.

Kalaupun ada ulama yang berbicara seperti itu, itu memang yang harus disampaikan karena itu perintah Allah yang harus kita patuhi, berdosa bila ulama kita tidak ada yang menyataknnya. semua itu tergantung dari diri masing-masing apabila kita ikuti dapat pahala apabila tidak tentu mendapat dosa. hal ini sebagai mana perintah sholat dalam islam. suadah tahu kewajiban masih banyak saja muslim yang enggan melakukan shala. tapi itu adalah urusan mereka dengan Allah swt.

Sama halnya dengan memilih pemimpin sebagaimana yang telah disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Almaida ayat 51 tersebut. semua berpulang kepada diri muslim, karena ayat itu disampaikan hanya kepada golongan orang-orang yang beriman

Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin bagimu; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)
Bila kita merasa masih punya iman, pasti akan kita ikuti perintah Allah swt tersebut bila tidak mengikuti perintah ini tidak ada yang menyalahkan, sama halnya dengan perintah mendirikan Sholat dan melaksanakan puasa untuk orang-orang yang beriman. 

Yang salah adalah orang yang mengatakan bahwa penyampaian "kalimat Allat swt" adalah pembodohan atau perintah itu adalah salah, dibohongi oleh perintah Allah. swt. ini jelas penghinaan, jelas penistaan.

Akan lebih bijak dan tidak menghinga kalao beliau mengatakan 
"kalau bapak ibu tidak mau pilih saya karena takut masuk neraka silahkan, kalo ada yang menakuti bapak ibu bila memilih ahok seorang kafir akan masuk neraka silahkan proyek ini akan jalan terus"

kalau itu yang disampaikan oleh beliau, mungkin umat islam tidak akan sesedih ini dan tidak akan terpukul karena ucapan itu. namun ini nyata-nyata dia ucapkan surat Al-maida ayat 51. faseh bangat dia sampaikan. lalu kemudian dia mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk menghina. orong goblok yang punya iman aja ngerti kalau bahasa itu menghina Al-quran.
Kemudian dibela Mati-matian sama NUSRON WAHID. dengan lantang dia mengatakan bahwa ini kebiasaan umat islam. umat Islam itu hanya dua kalo bukan Salah PAHAM, PAHAMNYA YANG SALAH. lalu mencoba mengartikan surut alamida seenaknya dia. katanya auliyah hanay di Indonesia saja yang artinya pemimpin. 

Kemudian ada yang artikan bahwa auliya itu sahabat, atau teman. Dengan arti ini bukannya lebih parah lagi dari apa yang sudah diartikan selama ini. Kalau seorang teman atau sahabat saja sudah tidak dibolehkan, apalagi seorang pemimpin. 

Kemudian Nosron Wahid mangatakan bahwa bahwa yang paling tahu tentang Al-quran adalah Allah swt dan rasulnnya bukan orang lain. ini adalah upaya membela orang yang bersalah. dalam kesempatan lain dia juga menyampaikan bahwa "berarti polisi yang bilang kalian sudah dibodohin dan dibohongi oleh ayat Al-Quran tentang jihad" itu juga menghina dan harus dipidanakan. 

Wah itu beda konsep bos, jihad itu mutli tafsir, jihad adalah 1. perbuat baik kepada orang tua, 2. bekerja untuk keluarga, 3. Bersekolah, banyak arti jihad. jangan disamapakan dengan kontes ini.

Sungguh kasihan memang saudara Nusron Wahit ini akhlaknya sudah sakit bahkan sekarat namun orang-orang seperti ini sudah diketahui oleh Allah swt sehingga disampaikan oleh Allah swt pada Surat Almaida ayat 52 dan 53 yang Artinya 


Ayat ke 52-53
Artinya:
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.  (5: 52)

Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.  (5: 53)

Allah telah mengathui bahwa akan ada Muslim yang membela mereka sehingga Allah swt mengatakan bahwa mereka adalah golongan orang yang munafik dan yang merugi.

Yang ingin kami sampaikan bahwa. jangan hubungakan ini dengan politik, karena Al-quran terlalu suci untuk dijadikan alat politik. hukum orang yang telah melecehkannya. dan ini adalah perintah Allah swt yang harus kita junjung tinggi dan diikuti. bukan karena tidak suka seseorang kamudian ayat ini digunakan namun karena ini adalah perintah Allah swt yang harus diketahui dan dipahami oleh semua umat islam dimanapun berada.

Ada juga yang mengatakan bahwa bagaimana dengan muslim yang berada di negara atau wilayah mayoritas non muslim, hal ini beda konteksnya. karena tidak ada pilihan sehingga kita tidak bisa melaksanakannya sesuai perintah Allah swt tersebut dan hal ini tidak menjadikan dosa bagi kita. sama halnya dalam Al-Quran melarang dan mengharamkan kita memakan babi. namun bila dalam suatau waktu tidak ada makanan  yang bisa kita makan untuk mempertahakan hidup kita selain babi itu menjadi halal bagi kita.

Jadi yang salah tetaplah salah, yang benar tetaplah benar jangan kita barusaha menutupi kebenaran dari kesalahan yang sudah dilakukan atau menutupi kesalahan dan membenarkan kesalahan yang telah dilakukan.

Beliau sudah meminta maaf atas apa yang telah diucapkan, namun yang diperlihatkan adalah permintaan maaf yang tidak merasa bersalah. kalau mau mintah maaf ya.. minta maaf saja, jangan pakai embel-embel "iya mereka kan senang kalau saya dipenjara". ini orang minta maaf tapi masih merasa benar.

Tapi jangan kuatir karena kita tetap memaafkan, namun harapan kami agar proses hukum tetap berjalan. agar tidak ada lagi perbuatan semacam ini. masih kurangkah rasa tolerasni kita sebagai muslim. tolereansi macam mana lagi yang diharapkan.

Yang lucu adalah ketika sebagian muslim mencela sebagian lain karena alasan toleransi. harusnya sadar kita sesama muslim tidak pantas untuk saling menjatuhkan. sekarang hanya karena takut jabatan lepas, hanya karena takut namanya tidak disebut bisa menghilankan rasa simpati kepada muslim. ini adalah penyakit hati. orang-orang yang berima adalah orang-orang dimana ketika disebutkan nama Allah swt dan Rasulnya hati mereka masih tersentu, apa lagi penghinaan bagi Allah dan Rasulnya hati orang-orang beriman akan merintih kepedihan.

Semoga Allah swt memberikan kita keberkahan dan memberikan kekuatan bagi para penegak hukum untuk dapat bertindak adil di nusantara ini.