Monday, January 30, 2017

ANTARA CITA-CITA DAN CINTA (Bagian Sembilan)

Ketika sampai di kelas konsentrasi belajar kedua sahabat itu hilang. pikiran mereka berkecamuk antara senang takut dan malu. perasaan senang itu ada karena beberapa waktu belakangan ini, hati mereka memang sudah mulai tumbuh rasa yang tidak biasa. baik dari ahkam maupun pada qeela. perasaan itu semakin hari semakin kuat sehingga tak mampu meraka membendungnya. Hari itu bagi meraka berdua kelas terasa lain ada suasana senang dan juga suasana hening, ada kalanya mereka senyum sendiri dan adakalanya mereka tertawa. hari yang sungguh-sungguh aneh. walau dalam
mengikuti pelajaran namun konsentrasi mereka berdua masi terbawa suasana pagi tadi.
Dalam kebingungan itu tiba-tiba qeela terdengan suara yang memanggilnya namun terasa jauh suara itu, qeela mencoba merasakan suara yang terdengar seperti memanggil namanya namum suara itu terasa jauh, kemudian sahabatnya zanit yang duduk sebelahan dengannya menegurnya dan menunjuk kearah pak guru yang sedang memanggilnya. 

Guru   :  Qeela coba kerjakan soal yang di depan.

Qeela kaget ternyata suara jauh itu adalah suara pak guru yang sedang memanggilnya untuk mengerjakan contoh soal matematika di depan, sempat bingung sejenak namun karena soal dan pelajaran matematika adalah pelajaran kegemarannya sehingga contoh soal itu dengan mudah bisa dikerjakana.

zanit   :  La.. kamu sedang melamun ya.. melamun apa sih..

canda zanit

qeela  :   ah ngga ah.. sudah ah nit ntar kita ditegur pa guru loh..

zanit   :  habisnya kau la.. dipanggil mala bingung kaya gitu..

qeela  :  iya ntar aku ceritain sekarang kita belajar dulu.

Kemudian mereka berdua mulai serius mengikuti pelajaran, namun sesekali qeela masih saja senyam-senyum sendiri.
bel istrahat pun berbunyi, qeela sebelumnya telah memikirkan bahwa pertanyaan ahkam pagi tadi akan dia tanyakan dulu kepada sahabat mereka zanith, lalu melihat ahkam yang lagi sibuk diskusi sama tetaman lelaki mereka dan membereskan bukunya, qeela dan zanitpun keluar tanpe memberitahukan ahkam. mereka berdua mencari sebuah tempat ngobrol yang lebih enak dan tidak diketahui oleh ahkam.

zanit  :  La kita mau ngobrol di mana..

qeela  :  ga tahu juga nit.. enaknya di mana yah.. tapi yang ngga mungkin ahkam tahu tempatnya ya,.

zanit  :  wah tempat nongkrong mana yang ahkam ngga tahu la..

qeela  :  nah makanya aku juga ngga tahu, ya uda kita ke pos jaga aja yu..

zanit  :  oh iya.. ayo udah lama juga kita ngga main disana ya.. pas jam strahat pastika pak kodir lagi sibuk
             ngurusin permintaan guru beli ini itu..





pa kodir adalah satpam sekolah yang kenal baik sama tiga sahabat itu, mereka sering menemani pak kodir saat bertugas  bila waktu istrahat. namun karena kesibukan mereka setelah duduk di kelas 3 ini sehingga pos jaga sudah sangat jarang mereka kunjungi. sesampainya mereka di depan pos jaga bertepatan dengan pak kodir yang akan keluar hendak membeli pesanan guru di warung depan. lalu qeela dan zanit duduk di dapan pos jaga sambil bercerita. 

Qeela mulai menceritakan kejadian pagi tadi bersama ahkam.dalam hati zanit sangat bahagia mendengar cerita sahabatnya itu, zanit memang dari dulu menginginkan hal tersebut terjadi. dia ingin agar ahkam dan qeela bisa membangun hubungan yang lebih baik dari pada sebatas teman. zanit sangat sayang pada qeela sehingga dia berharap agar ahkam mampu mendorong geela untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter. 
zanit memberikan masukan pada qeela dengan senang hati dan dengan perasaan yang bahagia, tak terasa ada percikan-percikan air kecil dalam mata zanith, qeela tak menyangka begitu besarnya rasa sayang sahabatnya ini pada dirinya. Melihat mata zanit yang berair qeela juga terharu dan saling mereka berpelukan

zanit   :  aku senang la bila ini terjadi pada kalian berdua. semoga kalian bisa mendudukung satu sama 
             lainnya. aku yakin ahkam akan mendukung penuh cita-cita dan impian kamu kelak

qeela  :  makasih ya nit.. aku senang bangat dan bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan aku
            sahabat sebaik dirimu

Tak terasa waktu istrahat hampir selesai dan mereka harus masuk kelas lagi, kemudian sambil menunggu kedatangan pak kodir mereka menghabiskan cemilan kecil mereka yang mereka beli sebelum datang ke pos. pak kodir datang mereka langsung pamit dan meninggalkan pos jaga dan pak kodir. pak kodir senang karena mereka masih mau mengunjunginya lagi. memang pada awal-awal masuk sekolah hampir setiap jam istrahat tempat pak kodir merupakan tempat terbaik buat mereka selain perpustakaan. karena pos jaga pak kodir sangat tenang kalo di gunakan untuk berdiskusi pelajaran yang lebih menarik.

kemudian mereka masuk kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.



Sunday, January 15, 2017

KISAH NYATA YANG MENGGELIKAN

Hari itu saya sedang tugas ke luar kota. Biasanya dari tempat tugas saya ke kota dapat menggunakan kendaraan darat dan laut. kendaraan darat memakan waktu yang agak lama karena lokasinya yang jauh. sedangkan bila menggunakan kendaraan laut yaitu kapal dapat menyingkat waktu. 
Kerena keterbatasan waktu, maka saya menggunakan perjalanan laut yakni menggnuakan kapal cepat. pada Siang itu keadaan cuaca yang kurang bersahabat. Angin agak kencang sehingga kondisi laut sedikit bergelombang terlihat dari pelabuhan. namun karena masi dalam teluk kami belum merasakan gelombang akibat laut.





Saya duduk di bagian tengah kapal, hal ini karena tempat duduk bagian belakang telah penuh. seharusnya pada keadaan cuaca seperti ini harus mengambil posisi duduk di bagian belakang agar koncangan ombak tidak terlalu terasa. namun karena dibelakang telah penuh sehingga mau tidak mau saya harus mengambil posisi duduk di bagian tengah.
Didapan tempat duduk saya ada seorang ibu muda, ketika kapal mau berangkat ibu mudah ini sempat memesan sebuah pop mi untuk disantapnya. mungkin karena belum makan siang sehingga perutnya mulai keroncongan. beliau memesan satu porsi popmi pada pedagang kaki lima yang berjualan di atas kapal. kapal bertolak biasanya pada pukul 14.00 dan sekarang tinggal 5 menit kedepan kapal sudah harus berangkat. setelah popmi tersebut dibayar dan ingin memakannya tiba-tiba terdengan pengumuman untuk semua pedagang turun dan kru kapal mulai bersiap.
Saya memperhatikan ibu mudah tersebut yang sedang memegang bungkus popmi yang belum iya makan karena masih panas. sambil ditiup iya mulai mencicipi popmi yang memang masi panas. hampir sepuluh menit kapal lepas dari pelabuhan. gelombang laut mulai terasa, kapal mulai bergoyang, sementara si ibu muda itu belum sempat makan popmi yang ia pesan tadi.  saya masi saja memperhatikan ibu muda itu. ternyata beliau tidak tahan dengan gelombang, ibu muda itu mulai terlihat gelisa, namun popmi yang ditangannya masi tetap di genggam. saya masi memperhatikan ibu muda itu. prihatin memang tapi kita tidak bisa berbuat banyak karena keadaan kapal yang agak penuh.
Kapal berangkat sudah sekitar 30 menit ibu mudah itu mulai mabuk laut, sesekali beliau memejamkan mata dan sementara wajahnya mulai berkeringat walau sebenarnya ruangan kapal begitu dingin karena AC yang lumayan kencang. tiba-tiba ibu itu muntah di dalam popmi yang di peganngnya, untung saja muntahnya tidak begitu banyak. mungkin refleks beliau sehingga tidak menyadari kalau beliau muntah di dalam gelas popmi.
Ibu mudah mulai sepertinya sudah agak mendingan karena gelombang makin berkurang. biasanya dalam perjalan itu ke kota bila menggunakan transportasi lau kita akan dihadapkan dengan gelombang sekitar 45-60 menit karena selebihnya perjalan sudah melewati selat sehingga keadaan laut lebih tenang. Sampainya di selat itu kapal semakin tenang, kapal mulai sunyi kembali tidak ada lagi teriakan penumpang seperti beberapa menit yang lalu kini semuanya sudah menjadi lebih tenang.
Ketika saya berpaling melihat ibu mudah tadi, saya jadi terkejut kenapa si ibu mudah itu sedang mengaduk-aduk popmi yang dipegangnya. apakah beliau ingin memakannya lagi setelah tadi sudah iya muntahkan. saya menjadi penasaran. apa iya beliau tidak sdar tadi.. dalam hati aku berdoa samoga prasangka aku salah semoga di hanya ingin main-main tangnnya saja.
Aku lalu meperhatikan beliau lagi.dan betapa kagetnya aku tiba-tiba beliau mengangkat sendok dan meletakan di dalam mulutnya.. popmi yang sudah dimunthnya kembali iya makan.. aku pun berteriak mengingatkan namun terlambat. beberapa manit kemudian ibu mudah tersebut muntah-muntah, penumpang yang lain pada kaget. kenapa dalam kondisi kapal sudah tenang seperti ini namun ibu itu muntah-muntah seperti itu. kenapa tadi waktu gelombang begitu kuat belia juga tidak terlalu muntah. beliau muntah sejadi-jadinya.mungkin beliah merasakan kalau ada rasa aneh pada popmi itu, mungkin juga beliau baru ingat kalau popmi yang iya makan bebearapa menit yang alalu sudah dimuntahnya.
Kasihan juga ibu mudah itu.. beliau muntah sampai kapal sandar di pelabuhan.. mungkin juga samapai di rumahnya ketika beliaa mengingat rasa popmi yang barusan ia makan.