Friday, September 14, 2018

PROFIL SINGKAT KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN TAHUN 2017

Profil singkat ini adalah data yang diperoleh dari publikasi BPS Kab. Bantaneg Provinsi Sulawesi Selatan bila menginginkan data lebih lengkap dapat mengunjungi BPS Kab.  Bantaeng di sini








Kab. Bantaeng

1. Secara astronomis, Kabupaten Bantaeng terletak antara 5°21’13’’ - 5°35’26’’ Lintang Selatan dan 119°51’42’’ - 120°05’27’’ Bujur Timur.

2. Berdasarkan posisi geografisnya,
Kabupaten Bantaeng berbatasan dengan :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Bulukumba;
Sebelah Selatan berbatasan dengan  Laut Flores;
Sebelah Barat berbatasa dengan  Kabupaten Jeneponto;
Seeblah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba.

3. Kabupaten Bantaeng terdiri dari 8
kecamatan, yaitu: Bissappu, Uluere,
Sinoa, Bantaeng, Eremerasa,
Tompobulu, Pajukukang, dan
Gantarangkeke.

Luas wilayah daratan Kabupaten Bantaeng adalah 395,83 km2. Wilayah administrasi Kabupaten Bantaeng terbagi menjadi 8 wilayah kecamatan, luas daratan masing-masing kecamatan, yaitu: Bissappu (32,84 km2), Uluere (67,29 km2), Sinoa (43 km2),
Bantaeng (28,85 km2), Eremerasa (45,01 km2), Tompobulu (76,99 km2), Pajukukang (48,9 km2), dan Gantarangkeke (52,95 km2).

Wilayah Kabupaten Bantaeng terletak di bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan yang pada bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Bulukumba, bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba, bagian selatan berbatasan dengan Laut Flores, dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto.

Kecamatan dan Ibukota Kecamatan di Kabupaten Bantaeng

Kecamatan
Ibukota Kecamatan
1. Bissappu
2. Uluere
3. Sinoa
4. Bantaeng
5. Eremerasa
6.. Tompobulu
7. Pajukukang
8. Gantarangkeke
Bonto Lebang
Bonto Marannu
Bonto Maccini
Pallantikang
Ulugalung
Banyorang
Nipa-nipa
Gantarangkeke


Daftar Desa dalam Kecamatan di Kabupaten Bantaeng
Kecamatan
Nama Desa
1. Bissappu


  1. Bonto Jai
  2. Bonto Manai
  3. Bonto Lebang
  4. Bonto Sunggu
  5. Bonto Rita
  6. Bonto Atu
  7. Bonto Salluang
  8. Bonto Langkasa
  9. Bonto Cinde
  10. Bonto Loe
  11. Bonto Jaya
2. Uluere

  1. Bonto Rannu
  2. Bonto Tallasa
  3. Bonto Tangnga
  4. Bonto Daeng
  5. Bonto Marannu
  6. Bonto Lojong
3. Sinoa

  1. Bonto Matene
  2. Bonto Majannang
  3. Bonto Maccini
  4. Bonto Bulaeng
  5. Bonto Tiro
  6. Bonto Karaeng
4. Bantaeng

  1. Tappanjeng
  2. Pallantikang
  3. Letta
  4. Mallillingi
  5. Lembang
  6. Lamalaka
  7. Karatuang
  8. Onto
  9. Kayuloe
5. Eremerasa
  1. Ulugalung
  2. Mamampang
  3. Mappilawing
  4. Pabentengan
  5. Lonrong
  6. Barua
  7. Parangloe
  8. Kampala
  9. Pabumbungan
6.. Tompobulu

  1. Lembang
  2. Gantarangkeke
  3. Pattallassang
  4. Bonto-Bontoa
  5. Banyorang
  6. Campaga
  7. Bonto Tappalang
  8. Balumbung
  9. Ereng-Ereng
  10. Labbo
  11. Pattaneteang
7. Pajukukang

  1. Rappoa
  2. Biangloe
  3. Lumpangan
  4. Biangkeke
  5. Nipa-Nipa
  6. Pajukukang
  7. Borongloe
  8. Papanloe
  9. Baruga
  10. Batukaraeng
8. Gantarangkeke
  1. Tanahloe
  2. Layoa
  3. Bajiminasa
  4. Kaloling
  5. Tombolo
  6. Gantarangkeke

Pemerintahan
Kabupaten Bantaeng terdiri dari 8 wilayah kecamatan yang terbagi menjadi 46 desa dan 21 kelurahan, yaitu: Kecamatan Bissappu (4 desa dan 7 kelurahan), Uluere (6 desa), Sinoa (6 desa), Bantaeng (1 desa dan 8 kelurahan), Eremerasa (9 desa), Tompobulu (6 desa dan 4 kelurahan), Pajukukang (10 desa), dan Gantarangkeke (4 desa dan 2 kelurahan).

Kependudukan
Penduduk Kabupaten Bantaeng berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 184.517 jiwa. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015, penduduk Kabupaten Bantaeng mengalami pertumbuhan sebesar 0,62 persen. Angka rasio jenis kelamin tahun 2016 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 94, yang berarti bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki yaitu sebanyak 95.532 jiwa, sedangkan jumlah penduduk laki-laki 88.985 jiwa.
Kepadatan penduduk di Kabupaten Bantaeng tahun 2016 mencapai 466 jiwa/km2, yang berarti bahwa dalam satu km2 di huni oleh 466 penduduk. Kepadatan Penduduk di 8 kecamatan cukup beragam, dan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Bantaeng dengan kepadatan sebesar 1.329 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Uluere sebesar 168 jiwa/km2.

Berdasarkan kelompok umur, jumlah penduduk Kabupaten Bantaeng tertinggi berada pada kelompok umur 10-14 tahun yaitu sebanyak 17.717 jiwa dan terendah berada pada kelompok umur 70-74 tahun yaitu sebanyak 2.838 jiwa.

Ketenagakerjaan
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional bulan Agustus tahun 2015, penduduk usia kerja Kabupaten Bantaeng pada tahun 2015 sebanyak 131.841 jiwa dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 72,83 persen, yang berarti bahwa dari 100 penduduk usia kerja terdapat 73 penduduk yang merupakan angkatan kerja. Dan juga, TPAK laki-laki lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan, yaitu sebesar 84,84 persen. Sementara itu, jumlah angkatan kerja yang termasuk dalam pengangguran terbuka sebanyak 3.904 jiwa, sehingga tingkat pengangguran mencapai 4,07 persen. Tingkat pengangguran perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran laki-laki. Tingkat pengangguran perempuan mencapai 5,24 persen, sedangkan laki-laki mencapai 3,11 persen.
Penduduk usia kerja yang termasuk  dalam pangangguran terbuka paling banyak berpendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu sebanyak 19,36 persen, kemudian Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 18,95 persen. Penduduk usia kerja yang bekerja paling banyak dalam kelompok umur 25-29 tahun, yaitu sebanyak 13.217 jiwa atau 14,35 persen dan didominasi oleh penduduk laki-laki yaitu sebanyak 7.073 jiwa.
Lapangan pekerjaan utama penduduk Bantaeng sebagian besar berasal dari sektor pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan  yaitu sebesar 51,78 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Berdasarkan jumlah jam kerja seluruhnya, sebagian besar penduduk yang bekerja mempunyai jam kerja lebih dari 35 jam selama seminggu yang lalu, yaitu sebesar 53,44 persen yang didominasi oleh penduduk laki-laki.
Sementara itu, berdasarkan status pekerjaan utamanya, penduduk yang bekerja paling banyak merupakan pekerja bebas di non pertanian yaitu sebesar 25,04 persen dan buruh/karyawan/pegawai yaitu sebesar 22,71 persen.

Pendidikan
Pembangunan bidang Pendidikan  bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) suatu negara akan menentukan karakter dari pembangunan ekonomi dan sosial. Berdasarkan hasil Survei Ekonomi
Nasional (SUSENAS) tahun 2016, partisipasi sekolah yang masih sekolah kelompok umur 7-12 tahun sebanyak 98,62 persen, umur 13-15 tahun sebanyak 92,20 persen, umur 16-18 tahun sebanyak 60,97 persen, dan umur 19-24 tahun sebanyak 20,15 persen.

Kesehatan
Fasilitas kesehatan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2016 terdiri dari 1 rumah sakit, 13 puskesmas, 240 posyandu, 6 klinik/ balai kesehatan, 60 praktek dokter/ bidan, dan 15 apotek. Selain itu, jumlah dokter spesialis sebanyak 21 orang, dokter umum sebanyak 24 orang, dan dokter gigi sebanyak 16 orang.

Agama
Jumlah penduduk yang beragama Islam pada tahun 2016 tercatat sebanyak 194.664 orang. Sedangkan, penduduk yang menganut agama Protestan sebanyak 203 orang, Katolik sebanyak 81 orang, Hindu sebanyak 1 orang, Budha sebanyak 117 orang, dan
Konghucu sebannyak 14 orang. Pada tahun 2016, terdapat 398 Masjid dan 180 Mushola untuk umat Islam. Dan juga, terdapat 3 Gereja untuk umat Kristen. Sayangnya, belum tersedia tempat peribadatan Pura dan Vihara.

Kemiskinan
Pada tahun 2016, garis kemiskinan di Kabupaten Bantaeng meningkat menjadi Rp 223.408,00 per kapita per bulan dan persentase penduduk miskin menurun menjadi 9,51 persen.

Tanaman Pangan
Produksi padi Kabupaten Bantaeng tahun 2016 sebesar 100.765 ton yang dipanen dari areal seluas 15.848 hektar atau rata-rata 6,36 ton per hektar yang berarti naik sekitar 16,24 persen dibandingkan tahun 2015. Produksi tanaman pangan lainnya yaitu jagung rata-rata 6,82 ton per hektar, kacang kedelai rata-rata 1,24 ton per hektar, kacang tanah rata-rata 1,40 ton per hektar, kacang hijau rata-rata 1,28 ton per hektar, ubi kayu rata-rata 18,38 ton per hektar, dan ubi jalar ratarata 14,64 ton per hektar.

Hortikultura
Hasil tanaman sayuran yang cukup dominan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2016 adalah kentang dan wortel masing-masing berproduksi sebesar 13.501 ton dan 7.440 ton. Sedangkan, untuk tanaman buah-buahan hasil yang cukup dominan adalah mangga, pisang dan rambutan, masing-masing produksi komoditas tersebut sebesar 4.955 ton, 3.084 ton, dan 1.081 ton.

Perkebunan
Produksi tanaman perkebunan pada tahun 2016 didominasi oleh kakao sebanyak 3.047 ton, kopi sebanyak 1.609 ton, dan kapuk sebesar 1.378 ton.

Peternakan
Populasi ternak pada tahun 2016 paling banyak adalah sapi potong sebanyak 27.782 ekor dan kambing sebanyak 26.599 ekor. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 7,57 persen sapi potong dan 24,97 persen kambing yang dipotong. Produksi daging unggas didominasi oleh ayam pedaging, ayam kampung, dan ayam petelur, yaitu sebanyak 864.800 kg, 230.134,52 kg, dan 69.611,98 kg.

Perikanan
Rata-rata produksi perikanan tangkap pada tahun 2016 sebanyak 2,88 ton per rumah tangga. Jumlah produksi tersebut meningkat 5,00 persen dibandingkan tahun 2015. Sedangkan, rata-rata produksi perikanan budidaya lebih banyak dibandingkan perikanan tangkap yaitu sebanyak 18,15 ton per rumah tangga.

Energi
Produksi listrik yang dibangkitkan oleh PLN cabang Bantaeng terus meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2016 produksi listrik yang dibangkitkan sebanyak 64.834.608 KWh. Listrik yang terjual sebanyak 53.949.894 KWh atau 83,20 persen dari produksi listrik yang dibangkitkan dan 0,72 persennya dipakai sendiri oleh PLN yaitu sebanyak 38.906 KWh. Jumlah air yang disalurkan pada tahun 2016 sebanyak 2.301.981 m3 dan paling banyak disalurkan ke rumah tangga yang jumlahnya mencapai 2.045.765 m³. Ini berarti bahwa 88,87 persen air bersih yang disalurkan oleh PDAM di konsumsi oleh masyarakat untuk keperluan rumah tangga seharihari.

Hotel dan Pariwisata
Kabupaten Bantaeng sampai dengan tahun 2016 belum memiliki hotel yang dikategorikan sebagai hotel bintang, tetapi Kabupaten Bantaeng tercatat telah memiliki 5 hotel non bintang. Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada tahun 2016 adalah 3-4 hari. Jumlah fasilitas kuliner yang ada di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2016 yaitu sebanyak 195 tempat.
 

Saturday, September 8, 2018

PROFIL SINGKAT KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR 2017


Pendahuluan
Secara astronomis, Kabupaten Seram Bagian Timur terletak antara 1290 50’00’’ – 1310 50’00’’ Bujur Timur dan 020 50’00’’ – 040 50’00’’  Lintang Selatan.
2. Berdasarkan posisi geografisnya, Seram Bagian Timur memiliki batasbatas:
Utara               – Laut Seram;
Selatan            -  Laut Banda;
Barat               – Kabupaten Maluku Tengah;
Timur              – Laut Arafuru.

3. Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Seram Bagian Timur berada di antara Laut Seram, Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, dan Laut Arafuru. 4. Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan kabupaten bahari, yang terdiri dari 15 Kecamatan, dan dipisahkan oleh 50 pulau.

Kabupaten Seram Bagian Timur sebagian besar terletak di wilayah Pulau Seram. Kabupaten yang berdiri sejak tahun 2003 ini, pemekaran dari Kabupaten Maluku Tengah, secara geografis terletak antara: 1290 50’00’’ – 1310 50’00’’ Bujur Timur dan 020 50’00’’ – 040 50’00’’ Lintang Selatan.
Kabupaten Seram Bagian Timur dibatasi oleh Laut Seram di sebelah Utara, Laut Banda di sebelah Selatan, Laut Arafuru di sebelah Timur, dan Kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur.
Kabupaten Seram Bagian Timur  merupakan kabupaten bahari dengan luas laut mencapai 14.877,771 kilometer persegi. Wilayah daratan terdiri dari dataran Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Tutuk Tolu, Kian Darat, Lian Vitu, Kilmury, Werinama dan Siwalalat yang berada di Pulau Seram dan pulau-pulau terpisah sebanyak 49 pulau.



Iklim
Iklim di Kabupaten Seram Bagian Timur adalah iklim laut tropis dan iklim musim, karena letak wilayah Seram dikelilingi oleh laut luas. Oleh karena itu iklim di sini sangat dipengaruhi oleh lautan dan berlangsung bersamaan dengan iklim musim seirama dengan musim yang ada Menurut laporan dari Badan Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Seram Bagian Timur,  dalam tahun 2016 di Kabupaten Seram Bagian Timur temperatur rata-rata 27,50oC, dimana temperatur maksimum rata-rata 31,10oC dan minimum rata-rata 25,50oC. Tekanan udara rata-rata setahun 1011,4 Milibar dan kelembaban nisbi rata-rata 83 %. Pada tahun yang sama mengalami hari hujan sebanyak 177 hari, dengan rata-rata curah hujan 199,00 mm per bulan.
Nama Kecamatan dan Ibukota Kecamatan
5. Kecamatan Pulau Panjang Ibukota            Pulau Panjang
7. Kecamatan Tutuk Tolu        Ibukota            Air Kasar
11. Kecamatan Werinama      Ibukota            Werinama

Pemerintahan
Bupati/Regent
Drs. A.G. WOKANUBUN *)                                          2003 - 2005
H. ABDULLAH VANATH, S.Sos , M.MP                        2005 - 2016
ABDULLAH MUKTI KELIOBAS                                      2016 - 2019

Wakil Bupati/ Vice Regent
Dra. SITI U. SURUWAKY                                              2005 - 2016
HUSNI FACHRI ALKATIRI, LC                                       2016 – 2019

Sekretaris Daerah/ Regional Secretary
Drs. Hi. A. R. RUMALUTUR                                         2003 – 2010
Dr. SYARIF MAKMUR, M.Si. *)                                    2011 – Sekarang


Kependudukan
Penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 110.024 jiwa yang terdiri atas 55.990 jiwa penduduk laki-laki  dan 54.034 jiwa  penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015, penduduk Seram Bagian Timur mengalami pertumbuhan sebesar 1,49 Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2016 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 104. Kepadatan penduduk di Kabupaten Seram Bagian Timur tahun 2016 mencapai 19 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 15 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Pulau Gorom dengan kepadatan sebesar 229 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Kilmury sebesar 5 jiwa/Km2.

Ketenagakerjaan
Jumlah Pencari Kerja Terdaftar di Kabupaten Seram Bagian Timur Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Seram Bagian Timur pada Tahun 2016 sebesar 124 Periode pendaftaran Pencari kerja di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pada  Tahun 2016 terbanyak terjadi pada bulan Maret dan Oktober. Perbandingan pencari kerja perempuan lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Proporsi terbesar pencari kerja yang mendaftar pada dinas Sosial dan Tenaga Kerja berpendidikan terakhir SMA keatas yaitu sebesar 97 persen (121 pekerja). Seram Bagian Timur yang masih bercirikan perekonomian agraris, sebagian besar penduduknya masih bekerja di sektor pertanian. Data tahun 2015 menunjukan bahwa Lapangan Usaha pertanian masih menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu sebesar 69,46 persen. Pada tahun 2015, dari total angkatan kerja sebesar 49.205, sekitar 93,82 persen dari mereka telah bekerja.

Pendidikan
Jumlah sekolah, murid, guru dan lulusan dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas perkembangannya dapat digambarkan sebagai berikut ini. Jumlah sekolah dasar tahun ajaran 2016/2017 tercatat sebanyak 146, jumlah murid sebanyak 19.673 orang
serta guru sebanyak 974 orang. Jumlah sekolah madrasah ibtidaiyah tahun ajaran  016/2017 tercatat sebanyak 17, jumlah murid sebanyak 2.267 orang serta guru sebanyak 158 orang.
Jumlah sekolah menengah pertama tahun ajaran 2016/2017 tercatat sebanyak 51, jumlah murid sebanyak 5.847 orang serta guru sebanyak 635 orang.
Jumlah sekolah madrasah tsanawiyah tahun ajaran 2014/2016 tercatat sebanyak 19, jumlah murid sebanyak 1.747 orang serta guru sebanyak 213 orang.
Jumlah sekolah menengah atas tahun ajaran 2016/2017 tercatat sebanyak 22, jumlah murid sebanyak 4.023 orang serta guru sebanyak 321 orang.

Jumlah sekolah madrasah aliyah  tahun ajaran 2016/2017 tercatat sebanyak 8, jumlah murid sebanyak 1.021 orang serta guru sebanyak 117 orang.

Agama
Banyaknya Tempat Peribadahan tahun 2016 di Kapaten Seram Bagian Timur, masjid 284 buah, mushola 87 buah, gereja 19 buah yang dirinci untuk gereja Protestan 12 buah dan gereja Katolik 7 buah, dan pura 3 buah.

Tanaman Pangan
Luas panen padi sawah pada tahun 2016 seluas 1.868 hektar. Luas panen jagung tahun 2016 seluas 469 hektar. Luas panen ubi kayu tahun 2016 seluas 162 hektar. Sedangkan luas panen ubi jalar tahun 2016 seluas 339 hektar.

Holtikultura
Sub sektor hortikultura mencakup tanaman sayuran, tanaman buahbuahan, tanaman biofarma, dan tanaman hias. Tanaman sayuran yang disajikan meliputi 9 (sembilan) jenis tanaman yaitu tomat, cabai rawit, cabai keriting, ketimun, terong, sawi, buncis, kangkung, bayam. Dari 5 (sembilan) tanaman sayuran tersebut, kangkung, bayam, dan sawi merupakan tiga tanaman sayuran yang memiliki luas panen paling besar. Dengan luas masing-masing yaitu, 143 Ha, 130 Ha, dan 111 Ha.

Perkebunan
Sub Sektor perkebunan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pengembangan  pertanian. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, pada tahun 2016 luas lahan tanaman dan hasil produksi perkebunan paling besar adalah pada tanaman kelapa yaitu dengan luas tanaman 18.369 hektar dan produksi sebesar 15.332 ton.

Peternakan
Pembangunan sub sektor peternakan adalah untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam rangka memperbaiki gizi masyarakat dan meningkatkan pendapatan peternak. Menurut data dinas terkait pada tahun 2016 populasi ternak terbanyak adalah kambing. Sedangkan populasi unggas terbanyak adalah ayam kampung.

Perikanan
Prospek perikanan di Seram Bagian Timur dari tahun ke tahun semakin menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil produksi perikanan yang semakin meningkat. Produksi perikanan tangkap tahun 2016 mengalami peningkatan dari 27.253,1 ton pada tahun 2016 menjadi 28.139 ton pada tahun 2016.

Kehutanan
Hasil kehutanan Kabupaten Seram Bagian Timur yang terbesar adalah kayu gergajian, dengan total produksi pada tahun 2016 sebesar 64.394 M3,

Industri
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal, jumlah perusahaan industri di Kabupaten Seram Bagian Timur tahun 2016 adalah 144 perusahaan dengan nilai investasi sebesar 729.700.000. Dengan nilai produksi tersebut memegaruhi penyerapan tenaga kerja sebesar 547 orang.
Nilai investasi terbesar pada tahun 2016 berada pada industri makanan dan minuman yaitu sebesar 1.163.200.000 dengan jumlah perusahaan sebanyak 62 dan tenaga kerja sebanyak 356 orang. Sebaliknya nilai produksi terkecil di tahun 2016 berada pada industri kayu, barang dari kayu (tidak termasuk mebeller), dan barang-barang anyaman dari rotan yaitu sebesar 33.500.000 dengan hanya memiliki 8 perusahaan dan 26 tenaga kerja.
Tahun 2016, listrik yang diproduksi sebesar 976.175 kwh.

Perdagangan
Kegiatan perdagangan merupakan usaha jasa yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen, mempunyai fungsi Time and Place Utility. Keuntungan kegiatan perdagangan selain memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain juga mengangkut barang ke tempat yang mempunyai nilai lebih tinggi.

Jumlah perusahaan perdagangan di Seram Bagian Timur tahun 2016 mencapai 130 unit. Jenis perusahaan terbagi menjadi 3 jenis yaitu perusahaan kecil, perusahaan menengah, dan
perusahaan besar. Pada tahun 2016 di Kabupaten Seram Bagian Timur terdapat ada 51 unit perusahaan kecil, 73 unit perusahaan menengah dan 6 unit perusahaan besar

Hotel dan restoran

Kabupaten Seram Bagian Timur sampai dengan tahun 2016 belum memiliki hotel berbintang. Jumlah restoran/ rumah makan di Kabupaten Seram Bagian Timur tercacat sebanyak 32 restoran.

Transportasi dan komunikasi

Perhubungan darat merupakan salah satu sektor yang cukup besar peranannya dalam pembangunan. Karena kontribusinya untuk menembus isolasi suatu daerah. Pembangunan akan semakin meningkat apabila lalu lintas perhubungan darat tidak mengalami hambatan, terutama dalam membawa hasil produksi dan bahan baku. Panjang jalan di Seram Bagian Timur pada tahun 2016 adalah 647,54 kilometer. Jika dirinci menurut pengelolanya maka sebesar 13,89 persen diantaranya jalan negara, 23,68 persen jalan propinsi, dan sisanya 62,41 persen jalan kabupaten.