Wednesday, January 31, 2018

PENGADILAN NEGERI DATARAN HINIPOPU (PN DATARAN HUNIPOPU) PIRU SBB

Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2016. TENTANG PEMBENTUKAN PENGADILAN NEGERI DATARAN HUNIPOPU, PENGADILAN NEGERI DATARAN HUNIMOA, PENGADILAN NEGERI SANANA DAN PENGADILAN NEGERI BOBONG. Pengadilan Negeri tersebut dibentuk dengan landasan sabagai pemerataan kesempatan memperoleh keadilan dan peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat demi tercapainya penyelesaian perkara dengan sederhana, cepat dan biaya ringan. Untuk itu diperlukan  pembentuk Pengadilan Negeri Dataran Hunipopui.
Pengadilan Negeri dataran Hunipopu terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat tepatnya di Ibu Kota Kabupaten sementara yakni di Desa Piru.





Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki jarak tempuh dari ibu kota Provinsi Maluku yang cukup terjangkau, Jarak yang dekat dengan ibu kota dan dengan berbagai jenis transportasi yang ada sehingga Desa Piru atau Ibu Kota Kabupaten SBB ini cukup mudah dijankau. dengan mobil kita membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 - 5 Jam Perkajalan yang terdiri dari 1 jam perjalanan dari ibu kota provinsi ke pelabuhan penyeberangan waktu 2 jam perjalanan penyeberangan dengan kapal ferry dan 1 - 2 jam perjalanan dari dermaga ferry menuju ibu kota kabupaten di Piru.
Sebanyak 9 orang CAKIM atau Calon Hakim ditempatkan oleh Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu, dengan penempatan ini dapat disimpulkan bahwa Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu kemungkinan akan di operasionalkan pada rahun ini juga (tahun 2018), Tugas CAKIM dalam penempantan ini adalah sebagai pegwai bisa hingga pengangktan lebih resmi sebagai hakim. kaerna sebelum menjalani tugas hakim para CAKIM_CAKIM ini akan di bina terlebih dahulu selama kurang lebih 2 - 4 tahun.
Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu saat ini belum terbentuk  dan sampai sekarang pengadilan negeri tersebut belum dioperasionalkan oleh Mahakamah Agung. Ketua Pengadilan Tinggi Ambon melalui Ketua Pengadilan Negeri Masohi telah membangun koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dalam hal penyiapan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk pengoperasiannya.
Pengadilan Negeri ini harusnya disambut baik oleh pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Hal ini tentu untuk menjawab kebutuhan masyarakat Seram Bagian Barat dalam penegakan supermasi hukum di wilayah tersebut. semoga Pengadilan Negeri Dataran Hipupo mendapat prioritas dari Pemeritah Daerah agar permasalah hukum di Kab. SBB dapat tertangani dengan baik.

Masyarakat Kebupaten Seram Bagian Barat selama menjalani persidangan di PN Masohi, sehingga beranggapan bahwa hukum itu sangatlah mahal harganya. hal ini tentu dirasakan oleh masyarakat setempat karena deri lokasi mereka tinggal dengan tempat persidangan mencapai ratusn kilometer. untuk itu dengan adanya Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu ini tentu akan memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat pencari keadilan yang berada di Kab. Seram Bagian Barat.

Bisa saja semua pegawai yang telah ditempatkan di Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu akan menjalankan tugas sementara di Pengadilan Negeri Masohi sampai Pengadilan tersebut sudah bener-benar siap dioperasikan atau bisa saja mereka langsung menempati kantor Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu sambil penyempurnaan operasioanl Kantor tersebut.

PENGADILAN NEGERI DATARAN HUNIMOA (PN DATARAN HUNIMOA) BULA SBT

Dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh keadilan dan peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat demi tercapainya penyelesaian perkara dengan sederhana, cepat dan biaya ringan perlu membentuk Pengadilan Negeri Dataran Hunimua.





Landasam imilah yang merupakan satu dasar pembentukan Pengadilan Negeri Dataran Hunimu yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2016. TENTANG PEMBENTUKAN PENGADILAN NEGERI DATARAN HUNIPOPU, PENGADILAN NEGERI DATARAN HUNIMOA, PENGADILAN NEGERI SANANA DAN PENGADILAN NEGERI BOBONG.
Pengadilan-pengadilan negeri baru ini rencananya akan diaktifkan pada tahun 2018 ini. hal lebih diperjelas lagi dengan telah ditempatkan 9 orang CAKIM atau Calon Hakim untuk menempati Pengadilan Negeri Dataran Hunimua. Sudah menjadi sebuah ketentuan bahwa setiap peserta yang baru saja lulus seleksi HAKIM akan diangkat menjadi HAKIM setelah bertugas kurang lebih selama 2 - 4 tahun sebagai cakim terlebih dahulu. Tugas CAKIM sendiri sema halnya dengan pegawai negeri biasa, tapi mereka lebih cendrung bekerja pada bagian kepaniteraan dari pada di bagian kesekretariatan di sebuah Pengadilan Negeri.
Pegadilan Negeri Dataran Hunimua sendiri berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku dengan ibu Kota Kabupaten Sekarang adalah di Desa Bula. Untuk Ke Desa Bula dapat menggunakan beberapa moda transportasi, baik darat, laut maupun udara. waktu yang ditempuh bila melalui jalur darat adalah kurang lebih 12 jam dengan memanfaatkan mobil lintas bula, namun bisa juga melalui Kota Masohi yakni dengan menggunakan kapal cepat dalam waktu tempuh 2 jam dan dilanjutkan dengan menggunakan mobil rental dari masohi kabupaten Maluku Tengah ke Desa Bula Kab. Seram bagian Timur kurang labih memakan waktu tempuh 6 - 8 jam perjalanan.
Pengadilan Negeri Dataran Hunimua sendiri saat ini belum terbentuk secarah penuh, walau Keputusan Presiden mengenai pembentukan Pengadilan ini sudah di keluargkan sejak tahun 2016 lalu namun sampai sekarang pengadilan negeri tersebut belum dioperasionalkan oleh Mahakamah Agung. Mengenai pembentukannya Ketua Pengadilan Negeri Masohi telah membangun koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dalam hal penyiapan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk pengoperasiannya.
Pengadilan Negeri Dataran hunimua harus disambut dengan baik dan sebaik-baiknya oleh pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, agar penyetaraan hukum atau agar masyarakat di Kebupaten Seram Bagian Timur dapat terlayani untuk setiap permasalah hukumnya. Selama ini setiap perkara hukum yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur diserahkan ke Pengadilan Negeri Masohi sebagai satu-satunya lembaga hukum peradilan yang ada di Pulau seram ini, sehingga hukum dirasakan sungguh mahal harganya.
Ada kemungkinan semua pegawai yang telah ditempatkan di Pengadilan Negeri Dataran Hunimua akan menjalankan tugas sementara di Pengadilan Negeri Masohi sampai Pengadilan tersebut sudah bener-benar siap dioperasikan atau bisa saja mereka langsung menempati kantor Pengadilan Negeri Dataran Hunimua sambil penyempurnaan operasioanl Kantor tersebut.

Sunday, January 28, 2018

CARA MANJAT CENGKEH DI SERAM AMBON MALUKU

Cengkih atau juga disebut Cengkeh oleh masyarakat Maluku, merupakan salah satu komocitas unggulan di bumi rempah-rempah ini. cengkeh, pala, kelapa merupakan komoditi yang tidak dapat dilepas pisahkan dari masyarakat Maluku. Sebagian besar masyarakat Maluku menggantungkan kehidupannya pada komoditi ini disamping komoditi lain, seperti perkebunan dan nelayan.

Masyarakat Maluku punya cara tersendiri atau kebiasaan tersendiri dalam memanen cengkeh. tidak seperti masyarakat kebanyakan di nusantara. Bagi masyarakat Maluku penen cengkih adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk dilakukan. karena orang akan beramai-ramai datang ke kebun. 

Bila musen panen tiba, banyak juga pemuda dari desa atau negeri lain yang sengaja datang untuk menjadi tukang panjat cengkeh di desa atau negeri yang sedang panen raya. mereka datang biasanya berkelompok ada juga yang sendiri-sendiri, ada juga yang dipanggil oleh keluarga yang pohon cengkehnya banyak mengeluarkan buah sehingga membutuhkan kariyawan yang cukup banyak.

Bagi karyawan pemanjat cengkeh biasanya ada cara pembagian yang berlaku di Maluku yaitu dengan cara membagi hasil terantung atau disesuaikan dengan harga cengkeh. Bila harga cengkeh sedang mahal pembagian hasil panen atau hasil panjat biasanya dibagi 3 yaitu dua bagian untuk pemilik dan satu bagian untuk karyawan, namun bila harga cenkeh sedang murah pembagian hanya berbagi dua satu bagian untuk pemilik dan satu bagian untuk karyawan.

Yang unik dan sedikit berbeda dari masyarakat nusantara khusnya dibagaian barat indonesia adalah
cara memanjat cengkeh. Masayarakat Maluku biasa memanjat cengkeh langsung dari pohonnya tidak menggunakan tangga yang diletakan dari luar pohon cengkeh. masyarakat Maluku memanjat cengkeh langsung dari pohon dengan menggunakan tali dan juga bakul biasanya terbuat dari rotan atau karung.
Cara manja cengkeh diambon sebagai berikut :
I. Siapkan  peralatan
1. Siapkan tali nilon ukuran diameter kurang lebih 16 mm seberat 1 kg
2. Siapkan Bakul (terbuat dari karung plastik atau rotan)
3. Siapkan Penggait (terbuat dari besi bisa juga bambu atau kayu)


4. Karung

Tahapan manjat cengkeh

1. Ikat ujung tali satu pada badan anda atau celana anda
2. Ikat ujung tali satu lagi pada pegangan bakul
3. Manjat Pohon.
4. Sampai di bagian ujung pohon cengkeh yang masih bisa kokoh kemudian ikat tali pada ujung cabang cengkeh untuk dirapatkan dengan tali.
5. Dalam hal merapatkan antara ujung cengkeh satu dengan yang lain upayakan agar talinya bisa dijadikan sebagai tempat pijakan atau tempat duduk, agar memudahkan kita untuk memetik buah cengkeh.
6, Setelah ujung cengkeh yang bercabang itu dirapatkan tarik tali agar bakul yang tadi kita ikat bisa naik.
7. Letakan bakul pada posisi yang nyaman untuk memasukan hasil petik cenkeh 
8. Petik terlebih dahulu buah yang paling ujung, karena biasanya buah cengkeh pada posisi ini sangat lebat.
9. petiklah cengkeh dari ranting paling atas agar lebih mudah kenali mana yang sudah dipanen dan yang belum dipanen.
10. Setelah bakul penuh, isi dalam bakul tadi bisa di siram ke dalam karung agar bakul dapat digunakan kembali.

kegiatan Setelah manjat cengkeh.

Setelah manjat cengkeh, cengkeh kemudian dibawa pulang untuk di pisahkan buah cengkeh dari gagangnya. cara menggugurkannya yaitu dengan memegang gagang cenkeh kemudian buahnya kita serutkan ke tangan yang lainnya.
Selesai memeisahkan buah cengkeh dengan gagangnya, kemudian dilakukan proses pengeringan yang pada umunya masih memanfaatkan cahaya matahari.

Sunday, January 21, 2018

KISAH NYATA PACARAN DENGAN JIN

Kisah ini terjadi beberapa puluh tahun yang silam. ini adalah Kisah Nyata Ngedate Sama Jin, dimana ada seorang pemuda kampug menjalin kisah asmara dengan seorang jin yang menjaga kampung tersebut. pemuda tersebut sering di ajak ngedate sama sang jin. Namun pemuda kampung itu tidak menyadari kalau yang dipacarinya itu ada seorang jin.
Semua tetangga sering memperhatikan sang pemuda yang hampir setiap saat duduk dan ngobrol sendiri, namun ketika ditanya, dia selalu menjawab dengan membuat heran tetanggnya yakni "tidak, saya tidak perna ngobrol sendiri, saya selalu berbicara dengan teman saya. Dan memang ternyata temannya itu hanya dia saja yang bisa melihat, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.
Sering sekali si pemuda diajak ngedate sama sang jin, pemuda tersebut diajak ngedate ke alam jin yang tidak bisa manusia biasa melihatnya. Hanya sang pemudalah yang melihat alam itu dan merasa seperti alam manusia pada umunya. Rumah mereka, jalanan mereka semuanya indah bak istana. Mereka biasa menghabiskan waktu hanya beberapa jam dalam dunia manusia dan beberapa menit dalam dunia jin hingga suatu waktu sang pemuda diajak cukup lama.





Hari itu tepatnya penulis sudah lupa karena terjadi puluhan tahun silam sekitar tahun 1993. Inilah Kisah Nyata Ngedate Sama Jin yang orang tidak akan percaya kalau tidak melihatnya sendiri. Hari itu sang pemuda di ajak ngedate sama kekasihnya. sudah dua hari sang pemuda belum pulang juga ke rumahnya. orang tua sang pemuda mulai merasa kawatir, namun tetap percaya bahwa sang pemuda akan baik-baik saja mengingat sang pemuda tersebut memiliki fisik kuat dan enerjik. Sampai hari ke tiga barulah orang tua sang pemuda melaporkan kejadian ini pada warga dan kepala kampung. Oleh warga dan kepala kampung kemudia berita ini disampaikan kepada salah satu keluarga yang memang telah turun temurun bersahabat dengan kalangan jin di kampung kami. Kalau ada masyarakat yang ditampar atau diganggu oleh Jin maka dengan air atau dialog dari keluarga ini gangguan itu langsung sembuh karena mereka dapat melihat dan bercakap langsung dengan Jin di kampung kami.
Kembali pada kisah si pemuda. Setelah dilaporkan kepada keluarga itu, kemudian mereka memanggil golongan jin untuk menanyakan perihal pemuda tersebut dan mengancam jin untuk segera menunjukan dimana sang pemuda berada. setelah sekian lama dialog akhirnya sang jin menyerah dan memberitahukan keberadaan sang pemuda. masyarakat kemudian berbondong-bondong menuju tempat sang pemuda dibawah oleh jin kekasihnya.
Hari telah sore dan alangkah terkejutnya masyarakat melihat sang pemuda berjalan dan berlari diatas ranting-ranting pohon yang kecil. Pohon itu tinggnya kurang lebih 100 m rati permukaan tanah. Pohon yang sangat besar namun kekurangan daun karena tepat pada musim gugur, sehingga sang pemuda sangat jelas terlihat ketiak bermain-main di atas ranting pohon tersebut. Masyarakat yang melihat kemudian memanggil-manggil sang pemudah, namun pemuda itu tidak bisa mendengar mereka. pendengaran pemuda itu mungkin saja sengaja ditutupi oleh jin. Orang tua sahabat jin mencoba memanggil sang pemuda namun tetap saja sang pemudah itu tidak menoleh.
Setelah sekian lama memanggil samapai semua masyarakat mulai lelah, orang tua sahabat jin itu menyuru salah satu masyarakat untuk memanggil anak perempuannya. ketika anak perempuannya datanya orng tua itu langsung menyurunya untuk memanggil sang pemuda. Anak gadis itu bukannya memanggil sang pemudah tetapi malah memanggil sang jin yang menjadi kekasih pemuda tersebut. sang jin kemudian disuruh untuk menurunkan sang pemuda dari atas pohon. Akhirnya pemuda tersebut di pulangkan oleh sang jin selama tiga hari mereka ngadate.
Ketika pemuda itu sampai dirumah kemudian ditanya sama masyarakat, di mengatakan bahwa dia hanya pergi beberapa jam saja. dan yang dia berlari di atas ranting itu katanya tidak, menurutnya dia berlari diatas taman yang luas dan berjalan dalam istana. Masyarakat hanya mengangguk saja, setelah kejadian itu sang jin tidak lagi berani mengajak ngedate sang pemuda kerena telah dimarahi oleh anak gadis sahabat mereka.
Itulah Kisah Nyata Ngedate sama jin. dan sampai saatnya sang pemuda menikah sang jin hanya melihat proses pernikahannya saja tanpa mengganggu jalannya pernikahan itu.
semoga kisah ini dapat memberikan pelajaran kepada kita untuk selalu berdoa agar tehindar dari hal yang demikian.