Friday, March 7, 2014

KATAPANG SEMESTINYA SEBUAH DESA BUKAN DUSUN



       Tahun 1902 La Ambo Bin La Aru anak dari La Aru yang pertama kali membuka Kampung Katapang diangkat menjadi kepala kampung Katapang yang kelima. La Ambo diangkat oleh masyarakat sekaligus disetujuai oleh Konterlur Van Keken (Pemerintah Belanda) yang berkedudukan di Piru dan berada langsung dibawah Konterlur sebagai kepala Pemerintahan Seram Barat di Piru. La Ambo menjadi kepala Kampung resmi dari tahun 1922 yang diangkat oleh pemerintah belanda sampai ia meninggal pada sekita tahun 1930.


Dalam kepemimpinan sdr. La Ambo, kondisi kampung dan masyarakat lebih baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya, sehingga tidak lagi terjadi pergantian kepala kampung pada saat itu sampai belian meninggal sekitar tahun 1930an. Sepeninggalan La Ambo Katapang dipimpin oleh anaknya yakni Muhamad Noer Bin La Ambo dengan gelar orang kaya dan menjadi tokah penjuang kemerdekaan yang terlupakan oleh pemerintah. Dibawah kepemimpinan Muhamad Noer menjadi masa-masa sulit di Katapang karena merupakan masa kebangkitan Indonesia secarah nasional. Sebagai pemimpin kampung dan tokoh perintis kemerdekaan beliau berjuang dan menggerakan mesyarakatnya sebagai pejuang kemerdekaan untuk melawan penjajah belanda di Pulau Seram sampai pada perlawanan masyarakat terhadap gerombolan-gerombolan yang ingin memisahkan diri dari Negara Indonesi yang saat itu dikenal dengan Baret atau RMS. Tahun 1950 sebagian kampung katapang dibakar oleh gerombolan dan terjadi pembunuhan orang tua-tua dalam kampung. Kesemuanya ini terjadi dalam kepemimpinan Muhamad Noer hingga beliau ditangkap dan diseret menggunakan mobil dari Katapang ke Piru dan dibunuh di daerah Hunimua Negeri Liang.
Pada tahun 1950 Muhamad Noer meninggal dunia lalu pemuka kampung  mengangkat saudaranya Taher Bin La Ambo (1950-1978) untuk mengganti kepemimpinannya dengan gelar Orang Kaya. Tiga belas tahun memimpin Katapang sejak pengangkatannya pada tahun 1950 Taher Bin La Ambo kemudian diangkat secara resmi oleh Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) Seram Barat di Piru dengan surat keputusan  tanggal 10 Agustus 1963 Nomor 10.
Kepala kampung katapang Teher bin La Ambon pernah menduduki jabatan dalam kepengurusan Latupati Kecamatan Seram Barat. Beliau diangkat menjadi Bendahara Panitia Pembangunan Rumah Camat oleh Latupati Kecamatan Seram Barat. Selain itu hal yang sama juga terjadi pada masa pemerintahan Hasan Sangaji. Hasan Sangaji juga diangkat dalam kepengurusan Latupati Seram Barat yang berkantor di Piru Kecamatan Seram Barat.
Kampung Katapang sendiri pada saat itu dikalangan masyarakat lebih sering menyebutnya dengan nama Katapang Miring oleh karena pohon Katapang yang menjadi tempat perteduhan awal sebelum menjadi kampung tersebut miring ke arah pantai. Hal inilah yang menjadikan Kampung Katapang lebih dikenal dengan nama Katapang Miring pada saat itu hingga datangnya penjajah belanda. Kemudian nama tersebut bertahan hingga tahun 1960-an saat pemerintahan kecamatan Seram Barat kabupaten Maluku Tengah mulai diaktifkan oleh pemerintah Maluku pasca kemerdekaan.
Sepeninggalan Taher Bin La Ambo pada tahun 1978 di Mekkah saat menunaikan Ibadah Haji beliau digantikan oleh saudara sepupunya yang juga merupakan keturunan dari La Aru yaitu Hasan Sangadji (1978-1997). Hasan Sangadji kemudian diangkat sebagai Kapala Kampung Katapang dan kemudian mengutip sejarah terbentuknya Kampung Katapang

Berdasarkan kutipan sejarah singkat Pemerintahan kampung Katapang tersebut di atas. Menunjukan bahwa dari awal terbentuknya hingga sekarang Kampung Katapang tidak pernah berada dibawah salah satu pemerintahan desa manapun dengan kata lain Katapang selama ini mengurus pemerintahannya sendiri atau independen tanpa melekat pada administrasi salah satu desa yang ada di kecamatan Seram Barat. yang mana pengangkatan kepala kampung adalah langsung berada di bawah kepala pemerintahan belanda pada saat itu hingga pada masa kecamatan seram barat di piru. 
Seperti disampaikan oleh Mantan Kepala Kecamata Seram Barat yang pertama yaitu Bapak  S. A. M. Latuihamallo bahwa Katapang sejak dahulu adalah Kampung yang setera dengan Negeri. Karena pada waktu itu belum dikenal istilah desa di Maluku dan karena katapang merupakan Negeri Pendatang yang dibawah kepemimpinan kepala kampung bukanlah Raja. sehingga katapang lebih dikenal dengan Kampung yang berada sejajar dengan Negeri-Negeri yang ada di Kecamatan Seram Barat diantaranya : Eti, Piru, Buano dll..

No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda